Jurnal24jam. MERANTI – Pagi itu Aipda Suharmoko, S.E melepas rompi dinasnya sejenak. Seragam Polri ia ganti dengan kaos oblong dan topi caping. Di tangannya bukan lagi buku saku patroli, tapi cangkul dan bibit jagung pipil.
Rabu 22/4/2026, Bhabinkamtibmas Desa Beting, Polsek Rangsang itu turun langsung ke Jl. Pantai Amor, Dusun III. Bersama Sekdes Lili Juliana, warga RT 06, dan Kelompok Tani Bapak Jasman, ia menanam jagung di lahan 0,5 hektare. Bukan untuk pencitraan. Tapi karena ia percaya: menjaga desa itu artinya menjaga perut warganya juga.
Dari Patroli ke Ladang”.
Selama ini warga kenal Aipda Suharmoko sebagai sosok yang rajin sambang, ngopi di warung, dan cepat merespons laporan warga. Kali ini ia datang bawa solusi lain: ketahanan pangan.
Lahan tidur kalau dibiarkan ya rugi. Mending kita tanam. Hasilnya nanti bisa untuk makan warga, pakan ternak, atau dijual. Inflasi bisa kita lawan dari desa sendiri,” katanya sambil menanam bibit ke lubang tanah.
Usia 0,5 hektare itu ia target panen 3-4 bulan ke depan. Tapi target utamanya bukan kuantitas. Ia mau Desa Beting punya contoh: Bhabin bisa jadi motor penggerak ekonomi.
Bukan Sekadar Tanam, Tapi Kawal Sampai Panen.
Sekdes Beting Lili Juliana mengaku awalnya kaget. “Biasanya polisi datang kalau ada masalah. Pak Mok ini malah datang bawa bibit jagung. Kami jadi semangat,” ujarnya.
Komitmen Aipda Suharmoko nggak berhenti di hari tanam. Ia berjanji akan balik tiap 2 minggu untuk cek pertumbuhan tanaman, kasih penyuluhan pupuk, dan cegah hama. “Ini lahan binaan saya. Dari tanam sampai panen tanggung jawab saya,” tegasnya.
Ketua Poktan Jasman, pemilik lahan, hanya bisa senyum. “Kalau yang ngawal polisi sendiri, kami jadi lebih disiplin rawat tanamannya. Malu kalau sampai mati,” kelakarnya.
Polri Presisi Versi Desa.
Kegiatan selesai pukul 11.00 WIB. Keringat bercampur tanah menempel di seragamnya. Tapi sorot mata warga Desa Beting berubah: dari “ada polisi” menjadi “ada kawan”.
Inilah wajah Polri Presisi yang tak selalu ada di kantor. Kadang ia ada di sawah, menunduk, menanam harapan. Karena Aipda Suharmoko percaya, keamanan desa berawal dari dapur yang tak pernah kosong…***
![]()
