Kampar – Aroma keprihatinan bercampur geram kini menyelimuti Dusun Sialang, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. Seorang warga lanjut usia, WH (78), terbaring lemah akibat sakit yang tak kunjung sembuh. Ironisnya, permohonan bantuan pengobatan yang diajukan keluarganya ke Baznas Kampar diduga diabaikan begitu saja — padahal sang lansia tinggal satu kampung dengan Ketua Baznas Kampar, Purwadi.
“Sudah dua minggu kami ajukan bantuan, tapi tak ada kabar, seolah-olah tak dianggap,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Kamis (23/10/2025).
Warga menilai, Baznas seharusnya menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat miskin dan sakit, bukan justru diam dan diduga menutup mata saat rakyat menjerit kesusahan.
“Kasihan, orangnya sudah tua dan sakit-sakitan. Kami cuma berharap ada uluran tangan, bukan janji,” ungkap warga dengan nada kesal.
Namun, situasi makin memanas setelah muncul informasi bahwa di internal Baznas Kampar sendiri diduga terjadi “lempar bola panas” antara Ketua dan Penanggung Jawab Distribusi Bantuan Sosial (Bansos).
Ketua Baznas Kampar, Purwadi, disebut-sebut melempar tanggung jawab kepada pihak distribusi bantuan, sementara penanggung jawab distribusi justru menyebut bahwa keputusan tetap berada di tangan Ketua Baznas.
“Kalau ketua belum kasih tanda tangan, kami tak bisa jalan,” ungkap salah satu sumber internal Baznas yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi saling tuding dan diduga lepas tanggung jawab ini membuat warga kian geram.
“Apalagi kalau masih satu kampung, masa tidak tergerak hatinya?” sindir seorang warga dengan nada getir.
Masyarakat menilai, Baznas Kampar diduga mulai kehilangan arah kepedulian dan tanggung jawab sosialnya, padahal lembaga ini dibentuk untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah bagi mereka yang membutuhkan.
Warga berharap Baznas Kampar segera turun langsung ke lapangan, meninjau kondisi sang lansia, dan memastikan tidak ada lagi pengabaian terhadap masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan.
Jika dugaan ini benar, maka kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat tersebut bisa runtuh dalam sekejap.
“Kami tidak minta lebih, hanya minta perhatian untuk orang tua kami yang sedang sakit. Itu saja,” pungkas warga dengan nada haru.
✍️✍️ sapi’i
![]()
