Kampar,Desa batu langkah – jurnal 24jam.com
Bapak Ir. H. Sahidin Selaku Anggota Komisi IX DPR RI 26/8/2025 aula MDA malapari desa batu langkah kecil kec. Kuok.
Bapak Supriadi Selaku Perwakilan BKKBN Provinsi Riau
Ibu Afni Perwakilan Kader KB Kab Kampar
Sambutan Anggota Komisi IX DPR RI, Bp Ir. H. Sahidin, ggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin, Komisi IX membidangi 8 K/L. Salah satunya adalah Kemendukbangga/BKKBN. Lembaran ini memiliki Program Bangga Kencana sebagai program besarannya. Saat melihat tadi lagu Mars KB dinyanyikan, saya lihat banyak peserta yg bernyanyi. Ini artinya program ini sangat relevan dan berdampak dengan masyarakat.
Program Bangga Kencana di Kemendukbangga/BKKBN ini seperti mengurus siklus hidup. Dimulai dari sebelum menikah, harus siap fisik mental, siap hamil. Lalu pas hamil, siap untuk rutin memeriksakan dan memantau asupan gizi. Lalu saat sudah lahir, tetap memenuhi asupan gizi anak.Saya turut mendukung BKKBN dalam menyukseskan.
Program Bangga Kencana, sosialisasi seperti ini adalah bentuk kerjasama antara Komisi IX DPR RI dengan Kemendukbangga/bkkbn, saya bangga dengan tim dari bkkbn yang hadir untuk masyarakat dari atas hingga elemen terbawah melalui Petugas lapangan (PLKB) Saya ingatkan bahwa apa yang BKKBN bawa ini bukanlah program yg menyengsarakan untuk membatasi bapak/ibu untuk berkeluarga, melainkan justru untuk mendukung keluarga yang berencana.
Oleh karena itu Bapak/Ibu semua diharapkan untuk mendengarkan dan ikut terus mendukung bersama pemerintah melalui BKKBN, sehingga generasi emas untuk anak-anak Indonesia dapat tercapai Lebih lanjut,
Sahidin menegaskan bahwa peran Kemendukbangga/BKKBN bukanlah untuk membatasi atau mencegah masyarakat dalam membentuk keluarga, melainkan untuk mendorong perencanaan keluarga yang matang sejak masa pranikah. Menurutnya, fokus utama adalah mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di masa depan.
Dilanjutkan dengan Materi dari Perwakilan BKKBN Provinsi riau Bapak Supriadi, Coba lihat konsel narasi kampanye dari Backdrop ini “Keluarga Berkualitas Untuk Indonesia Emas”? Konsep keluarga berkualitas adalah fondasi penting dalam mencapai tujuan Indonesia Emas 2045.
Konsep ini menekankan pentingnya membangun keluarga yang sejahtera, berdaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Membangun keluarga berkualitas berarti menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Pertama harus dilandasi dengan nilai agama dan moral serta komunikasi yang Baik. Kemudian perencanaan kehidupan yang matang. Perencanaan pernikahan dan jumlah anak. Diskusikan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi dan waktu.
Berikutnya adalah pengelolaan keuangan rumah tangga agar kebutuhan dasar terpenuhi tanpa beban hutang berlebihan. Tak lupa juga perkuat pendidikan dan pengasuhan yang berkualitas serta pola makan sehat. Pak Supriadi menikah di usia 38 tahun. Beliau cerita soal pengalaman beliau yg ikut program perencanaan keluarga sangat Matang.
Dilanjut dengan materi ketiga narasumber Ibu Apni – Waktu hamil 9 bulan, apakah perutnya pernah dberi afirmasi positif? Mungkin disini banyak yang senyam senyum dengan pertanyaan ini? Mengelus perut ibu hamil oleh suaminya bukan hanya soal kasih sayang, tapi juga memiliki dampak psikologis dan fisiologis yang positif. Sentuhan lembut dari suami membuat ibu merasa diperhatikan dan dicintai. Bayi dalam kandungan juga merasakan kehangatan dan getaran positif dari sentuhan tersebut. Sentuhan lembut dapat merangsang hormon oksitosin (hormon cinta), yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa nyaman. Kondisi emosional ibu yang tenang sangat penting untuk kesehatan janin. Elusan pada perut dapat merangsang respons janin, sehingga membantu perkembangan sensorik. Saat mengelus perut sambil berbicara, suami membangun bonding awal dengan bayi. Ini membuat bayi terbiasa mendengar suara ayahnya. Aktivitas
![]()
